Hak dan Kewajiban Suami dalam Rumah Tangga Sesuai Ajaran Islam

Hak dan Kewajiban Suami dalam Rumah Tangga Sesuai Ajaran Islam

Suami adalah sosok pria yang sangat bertanggung jawab dalam rumah tangga untuk melindungi sekaligus menyayangi seluruh anggota keluarganya, mulai dari istri sampai anak-anaknya yang mana dirinya memiliki tugas serius dan tidak bisa dipandang sebelah mata untuk membimbing istrinya agar dapat berada di jalan yang benar dan menghormatinya sebagai seorang suami sekaligus imam dalam rumah tangga yang patut disantuni, sedangkan peran suami tentu saja sangat mendominasi ketika telah berkomitmen dengan istri tercintanya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan suami selalu berpengaruh terhadap kenyamanan dan ketentraman lingkungan keluarga setiap hari, serta bukan sekadar memperhatikan model baju yang harus dikenakan semua orang di rumah karena siapapun yang berstatus sebagai istri tentu saja harus memahami sekaligus memperhatikan semua hak dan kewajiban suami supaya bisa mempertahankan mahligai rumah tangga hingga maut menjemput dan hal ini sangat penting untuk diketahui kedua belah pihak seumur hidup dalam aspek apapun.

www.pexels.com

10 Hak dan Kewajiban Suami sebagai Tugas Istri

Berikut ini adalah 10 hak suami yang menjadi tanggung jawab istri untuk menjamin kebahagiaan imam dalam rumah tangga demi menciptakan kerukukan dan kebahagiaan sesuai agama Islam, antara lain :

  1. Mengasuh Anak-anak

Seperti diketahui bahwa salah satu hak suami yang harus dipenuhi sang istri adalah mengasuh anak-anak dari hasil pernikahan keduanya. Sementara itu, apabila hal ini mampu dilakukan maka sang istri mampu menjalankan tugasnya sebagai sosok ibu yang bertanggung jawab untuk mendidik sekaligus menyayangi buah hatinya selama ayah mereka tengah bekerja, sedangkan sang suami akan merasa bangga dan senang karena pasangannya bisa memenuhi keinginannya sesuai harapan setiap hari.

  1. Menolak Kedatangan Orang Lain

Tidak sedikit diantara mereka yang berstatus sebagai istri masih salah kaprah tentang hal ini, sementara salah satu hak dan kewajiban suami yang harus dilakukan adalah tidak pernah menerima orang lain masuk ke dalam rumah tanpa izin dari pasangannya, terutama lawan jenis yang bukan mukhrimnya. Kemudian, sang istri tidak boleh meninggalkan rumah tanpa izin dari suaminya karena kemana pun mereka pergi baik jarak dekat maupun jauh sekalipun tetap harus menerima restu dari sang suami.

  1. Penuhi Hasrat Birahi Suami

Suami yang bekerja dari pagi sampai sore bahkan malam tentu saja harus menghabiskan tenaga demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga, serta godaan ketika bekerja bisa dipastikan selalu dirasakan setiap hari. Maka dari itu, salah satu hak yang harus diperoleh adalah sang istri tidak boleh menolak ajakan suami apabila ingin ditemani istirahat di kamar tidur, sedangkan tugas lainnya adalah menerima permintaannya untuk memenuhi hasrat birahi karena telah bekerja seharian untuk menjamin kehidupan keluarga lebih baik.

www.pexels.com
  1. Hormati Orang Tua Suami

Berikutnya, salah satu hak dan kewajiban suami yang harus dipenuhi sekaligus dilakukan istrinya adalah menaruh rasa hormat dan simpati kepada orang tua suaminya, yakni mertuanya sendiri karena bagaimanapun sang istri harus memiliki perasaan yang sama seperti dirinya mencintai dan mengasihi orang tuanya sendiri. Mertua tidak akan enggan untuk menghargai istri dari anaknya apabila menantu tersebut selalu menunjukkan kepedulian dan kasih sayang dengan perilaku yang sopan dan santun.

  1. Menjaga Harta Milik Suami

Hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah seorang istri wajib memenuhi hak sang suami dengan menjaga harta sekaligus kekayaan dari hasil jerih payah selama bekerja setiap hari. Oleh sebab itu, tugas yang harus dilakukan adalah mengelolanya dengan cermat dan efektif sehingga bisa memastikan bahwa anda adalah sosok istri yang cerdas di mata suami. Jika anda mampu mengatur neraca finansial dengan benar maka kehidupan keluarga selalu terpandang di masyarakat dan bahagia hingga masa mendatang.

  1. Setia dengan Janji Pernikahan

Kemudian, seorang istri harus bisa memenuhi salah satu hak dan kewajiban suami adalah menjaga sekaligus memenuhi janji pernikahan yang telah diucapkan sehidup semati di hadapan kerabat dan keluarga. Tugas yang perlu diperhatikan adalah setia dan tidak pernah mengkhianati cinta suami selama masih berada dalam konteks agama islam yang benar, serta tidak tergoda lelaki lain dari segi fisik maupun materi sehingga sang suami akan merasa bahagia karena anda memiliki loyalitas tinggi.

  1. Ikuti Perintah Suami

Hak suami yang harus dipenuhi setiap istri adalah mengikuti semua perintah dari pemimpin rumah tangga dan tentu saja hal ini sesuai dengan konteks ajaran Islam. Jika anda selalu mematuhi segala hal yang diamanatkan suami maka anda akan selalu dinilai sebagai seorang wanita yang tulus dan tidak angkuh dimana mementingkan sikap individualiasme, serta mampu menghindari dari rasa sombong karena risiko dari wujud tidak taat pada suami adalah perceraian yang merugikan buah hati.

  1. Melindungi Kehormatan Suami

Istri harus bisa melindungi kehormatan suami sebagai salah satu hak dan kewajiban suami yang harus dijalani dengan ikhlas dalam kehidupan rumah tangga. Tugas utama yang perlu diperhatikan adalah menjaga kesuciannya dari orang lain sehingga anda akan selalu memperoleh kepercayaan dari suami. Sebab, jika seorang istri gagal untuk melakukannya maka risiko perceraian sangat rentan terjadi sehingga mengancam masa depan anak-anak yang masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya.

  1. Bahagia dan Senang

Walaupun terlihat sepele namun sikap yang ditunjukkan kepada suami setiap hari sangat berpengaruh terhadap hak yang harus ia dapatkan. Pasalnya, seorang istri harus bisa terlihat bahagia dan ceria di hadapan suami sehingga mereka tidak pernah bosan untuk memandang sekaligus berinteraksi setiap hari dan berbagi canda tawa. Langkah efektif yang perlu dilakukan hanya dengan merawat diri serta berhias sewajarnya sehingga suami anda tidak pernah bosan dan terpenuhi haknya sebagai imam rumah tangga.

  1. Ikuti Semua Ajaran Islam

Selanjutnya, seorang istri yang beragama islam tentu saja harus memenuhi hak dan kewajiban suami dengan selalu mengikuti semua perintah Allah SWT dengan menjauhi semua larangannya dari berbagai macam aspek, terutama dalam kehidupan rumah tangga. Anda sebagai seorang istri wajib menunjukkan citra diri sebagai perempuan yang sholehah dan taat dengan tidak pernah meninggalkan shalat serta memahami beberapa hal mengenai kaidah Islam yang mampu menentramkan kehidupan rumah tangga.

www.pexels.com

8 Hak dan Kewajiban Suami untuk Keluarga

Di bawah ini merupakan 8 kewajiban suami yang harus dilakukan untuk menjaga keutuhan rumah tangga bersama istri dan anak-anak tercinta sampai maut memisahkan sesuai hukum agama Islam, diantaranya :

  1. Memberi Nafkah

Secara umum, kewajiban suami yang harus dilaksanakan adalah memberi nafkah lahir dan batin untuk istri dan anak-anak setiap hari sehingga kehidupan rumah tangga selalu bahagia dan tenang di masa depan. Lalu, seorang suami harus memperhatikan semua kebutuhan seluruh anggota keluarga mulai dari pakaian, makanan sampai tempat tinggal sekaligus memberikan ketenangan dan kenyamanan selama berada di dalam rumah yang mana nafkah yang harus dipenuhi seorang suami tidak didasari materi saja.

  1. Menjaga Harga Diri Keluarga

Hal penting berikutnya yang merupakan hak dan kewajiban suami adalah menjaga harga diri keluarga dan menjalankannya dengan istri setiap hari. Bagaimana tidak, aspek satu ini adalah peran kedua belah pihak karena satu sama lain tidak boleh membuka aib atau keburukan masing-masing yang menjadi cemoohan bagi orang lain. Anda harus menjunjung tinggi wujud komitmen dengan suami mengingat kebahagiaan rumah tangga tidak hanya dari materi melainkan kehormatan kedua belah pihak.

  1. Mengajarkan Ilmu Agama

Tidak bisa dipungkiri bahwa kewajiban suami yang berpengaruh sampai masa tua adalah mengajarkan ilmu agama kepada istri dan anak-anaknya. Sebab, hal ini sudah jelas ditegaskan dalam agama Islam bahwa imam rumah tangga harus bertanggung jawab bagi seluruh anggota keluarganya agar dapat membimbing ke arah lebih baik seperti mengajarkan Al-Quran, bersedekah dan masih banyak lagi karena sang suami akan menanggung dosa apabila tidak menerapkan kaidah agama dalam kehidupan rumah tangganya.

  1. Memimpin Rumah Tangga

Secara harfiah, salah satu hak dan kewajiban suami adalah memimpin rumah tangga dengan baik dan benar untuk seluruh anggota keluarga. Langkah sederhana yang harus dilakukan adalah memberi suri tauladan yang tepat sehingga istri dan anak-anak bisa menerapkannya dalam kehidupan setiap hari karena kehidupan rumah tangga yang harmonis atau tidak biasanya ditentukan suami atau ayah yang bertanggung jawab, serta menciptakan keputusan yang tepat untuk kebahagiaan rumah tangganya.

  1. Memprioritaskan Keluarga

Sebelum menikah biasanya anda selalu menghabiskan waktu bersama sahabat tanpa mengenal waktu. Namun, bagi seorang pria yang telah menikah maka kebiasaan tersebut harus bisa dihindari karena keluarga adalah prioritas atau hal utama yang tidak boleh diabaikan karena dimanapun anda berada bahwa keluarga adalah tempat terbaik yang selalu menerima dalam kondisi apapun. Suami juga harus bisa mengetahui dan turun tangan atas perkembangan anak sehingga meringankan tugas istrinya.

  1. Melindungi Seluruh Anggota Keluarga

Anda sebagai seorang pria sejati yang telah berumah tangga harus bisa menerapkan salah satu hak dan kewajiban suami bagi kesejahteraan keluarga di masa depan, yakni melindungi istri dan anak-anak dari berbagai macam hal yang tidak diinginkan. Seiring berjalan waktu bahwa perbuatan buruk dan keji yang merugikan semua orang secara perlahan mulai sering terjadi seperti kejahatan dan lainnya sehingga peran suami sangat penting atas hal ini untuk menjamin keamanan seluruh anggota keluarganya.

  1. Memperbaiki Diri Setiap Hari

Kewajiban seorang suami untuk keluarganya adalah tidak pernah berhenti memperbaiki diri secara berkala agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari segala aspek. Wajar saja apabila anda pernah melakukan kesalahan kecil maupun besar sekalipun, tetapi hal tersebut jangan pernah terulang kembali karena bukan hanya merugikan diri sendiri melainkan seluruh anggota keluarga sehingga tidak hanya menimbulkan dosan namun juga berisiko terhadap keretakan rumah tangga di kemudian hari.

  1. Menghormati Orang Tua

Tidak sedikit diantara para pria yang telah menikah masih salah menilai bahwa kasih sayang dan rasa hormat hanya berlaku untuk keluarga intinya yang baru saja. Padahal, sudut pandang tersebut tidak benar karena hak dan kewajiban suami lainnya adalah wajib menghormati kedua orang tua walaupun dirinya telah menikah dan memiliki seorang anak. Sebab, seorang suami juga harus bisa membagi waktu dan membahagiaan istri serta anak-anaknya sekaligus orang tuanya sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

www.pexels.com

Perlu diketahui bahwa salah satu hak maupun kewajiban yang harus dilakukan seorang suami adalah tidak pernah berperilaku kasar kepada istrinya yang berperan sebagai bagian penting dalam kehidupan rumah tangga. Sebab, makmum rumah tangga bukan sekedar membutuhkan berbagai macam model baju untuk merias diri setiap hari, tetapi juga cinta dan kasih sayang dari suaminya sendiri sehingga merasa dihargai sekaligus dihormati sehingga keluarga akan selalu harmonis dan juga tidak melupakan kewajiban bagi kedua orang tuanya.

Memantapkan Niat Untuk Menikah Memang Tidak Mudah, Begini Langkahnya

Memantapkan Niat Untuk Menikah Memang Tidak Mudah, Begini Langkahnya

Menikah bukanlah perkara sepele, makanya tidak heran jika banyak yang masih ragu untuk memantapkan niat untuk menikah. Padahal, asalkan sudah mampu, menikah islam merupakan sesuatu yang dianjurkan. Menikah merupakan hal yang bagi wanita inginnya sekali seumur hidup. Apalagi bagi yang telah memiliki calon, tentu sebaiknya segera menuju ke jenjang pernikahan jika memang sudah mampu. Menikah dalam islam merupakan salah satu cara menyempurnakan iman. Pasalnya menikah jika dilakukan dengan tujuan yang baik menurut islam akan memberikan banyak manfaat. Salah satunya adalah untuk menurunkan pandangan. Selain itu, menikah juga dapat melindungi kita dari berbagai tindakan yang mengandung maksiat seperti berzina, kumpul kebo, pacaran, dan sejenisnya.

Jika kita menikah, maka pandangan kita akan dilindungi oleh Allah. Selain itu, kita juga dapat menambah pahala dengan ibadah yang hanya bisa dilakukan setelah menikah. Bersetubuh haram hukumnya bagi yang belum menikah. Namun, jika kita melakukan hubungan intim dengan suami atau isteri yang sah, maka kita justru mandapatkan pahala. Namun, kebanyakan orang masih ragu untuk menikah dengan berbagai alasan. Ada yang karena alasan materi, umur, cita-cita, dan banyak alasan lainnya. Padahal calonnya sudah ada, namun niat untuk menikah masih belum mantap. Untuk itu, berikut akan kita bahas bagaimana agar kita bisa memantapkan niat untuk menikah.

www.pexels.com

Langkah Memantapkan Niat Untuk Menikah

Sekali lagi, karena menikah bukanlah perkara sepele, maka memantapkan niat untuk menikah juga bukan hal yang mudah. Tanpa adanya persiapan yang matang, maka niat untuk menikah mungkin agak sedikit sulit. Makanya, bagi yang ingin memantapkan niatnya untuk menikah, sebaiknya cek dulu, apakah persiapan berikut ini telah anda miliki.

  1. Yakin pada diri sendiri

Salah satu kunci untuk memantapkan niat adalah dengan yakin pada diri-sendiri. Jika keyakinan anda belum didapatkan, untuk umat islam, anda bisa minta petunjuk kepada Allah. Sholat tahajjud merupakan salah satu cara yang tepat untuk bertanya pada Allah apakah keputusan yang sudah anda ambil benar atau tidak. Janganlah enggan untuk bertanya kepada Allah, karena Allah Maha mengetahui tentang mana yang terbaik untuk kita.

  1. Mendekati keluarganya

Saat menikah, bukan hanya anda dan calon anda saja yang menjadi keluarga. Keluarga calon istri maupun suami anda juga akan menjadi keluarga anda. Menjalin kedekatan dengan calon keluarga merupakan hal yang seharusnya anda lakukan. Jika menikah dengan calon mempelai anda, maka otomatis keluarganya juga akan terlibat dalam kehidupan anda. Jika dirasa anda telah cocok dengan keluarganya, terutama dalam hal rest telah anda dapatkan, maka tidak ada salahnya untuk memantapkan niat menuju ke jenjang yang lebih tinggi yaitu pernikahan. Tentu saja dalam hal ini anda juga harus memperhatikan pihak keluarga anda juga. Jika kedua keluarga sudah saling mengenal, langkah untuk menuju pernikahan juga akan semakin mudah.

  1. Bersiap menghadapi perubahan

Meskipun telah kenal dengan calon selama bertahun-tahun, pasti ada sesuatu yang belum ditunjukkan oleh calon istri atau suami anda. Makanya, jika ingin memantapkan niat, maka anda juga harus bersiap menghadapi perubahan dari calon anda. Maksud perubahan disini tentu saja cakupannya luas. Bisa soal fisiknya, tabiat, maupun hal lainnya. Saat sudah menikah, anda akan melihat pasangan anda setiap hari, sikap mungkin biasanya tidak anda lihat semasa pendekatan bisa anda lihat setelah menikah. Makanya, jika ingin memantapkan niat anda untuk menikah, maka anda harus siap dengan adanya resiko perubahan saat anda sudah menikah nantinya.

  1. Memiliki modal yang cukup (finansial)

Menikah memang tidak perlu mewah, namun paling tidak kita harus memiliki modal yang cukup untuk merealisasikan hal tersebut. Untuk pria, setidaknya telah memiliki pekerjaan merupakan salah satu modal penting untuk memantapkan niat menuju jenjang pernikahan. Finansial merupakan hal yang sangat penting jika ingin menikah apalagi jika anda ingin mengadakan pesta yang meriah untu pernikahan yang diharapkan hanya sekali seumur hidup.

  1. Menikah dengan tujuan beribadah

Jika faktor-faktor di atas, masih belum bisa memantapkan niat anda, maka mungkin tujuan menikah yang satu ini dapat anda jadikan motivasi. Menikah dengan niat untuk beribadah dapat anda jadikan sebagai alasan untuk memantapkan niat untuk menikah. Jika niat atau tujuan kita untuk menikah sudah bagus, maka Allah juga akan memudahkan langkah kita untuk mewujudkannya.

Dari kelima hal tersebut, apakah anda memiliki beberapa diantaranya? Jika iya, maka anda sudah bisa memantapkan niat untuk menikah. Yang terpenting saat akan akan memantapkan niat untuk menikah adalah yakin pada diri anda sendiri sekaligus pada pasangan anda. Karena nantinya pasangan adalah orang yang akan tinggal bersama anda. Jika anda merasa nyaman, maka menghadapi problema rumah tangga setelah menikah juga akan lebih mudah. Jika sudah memantapkan niat, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk nikah.

www.pexels.com

Persiapan Setelah Memantapkan Niat Untuk Menikah

Seringkali realita yang kita bayangkan sebelum menikah dengan saat setelah menikah berbeda. Banyak hal tak terduga mungkin terjadi, termasuk dengan perubahan tabiat yang akan anda lihat saat memasuki mahligai rumah tangga. Makanya untuk mengantisipasi masalah yang mungkin anda hadapi setelah menikah, berikut beberapa persiapan yang anda butuhkan.

  1. Perjanjian pranikah

Perjanjian pranikah ini dibutuhkan untuk merencanakan keuangan sebelum menikah. Hal ini semata-mata untuk mencegah adanya konflik yang mungkin muncul setelah pernikahan. Mungkin hal seperti ini merupakan hal tabu, namun tidak ada salahnya untuk sekedar antisipasi. Sebenarnya jika anda memang sudah yakin kepada pasangan anda, perjanjian mengenai keuangan maupun yang lainnya dapat dibicarakan setelah pernikahan. Namun, tetap saja masalah uang merupakan hal yang sensitif bahkan untuk keluarga sekalipun. Perjanjian ini juga bisa berisi tentang hal lain yang berkaitan tentang masalah rumah tangga setelah menikah nantinya.

  1. Memiliki tempat tinggal

Selain perjanjian pernikahan, tempat tinggal adalah hal yang sangat penting jika sudah menyangkut soal pernikahan. Memang tidak harus punya rumah dulu jika memutuskan untuk menikah. Namun, paling tidak ada tempat tinggal yang layak meskipun masih harus menumpang di rumah orang tua. Namun, pastinya ada keinginan untuk memiliki rumah sendiri meski harus hanya rumah sewaan. Tidak ada salahnya menikah terlebih dahulu dan tinggal sementara bersama orang tua. Baru setelahnya anda bisa mencari tempat tinggal untuk keluarga kecil anda.

  1. Biaya pendidikan anak

Meskipun belum sepenuhnya memiliki biaya untuk pendidikan anak, paling tidak sudah ada bayangan tentang bagaimana nantinya pendidikan anak anda. mempersiapakan biaya pendidikan anak sedini mungkin tidak ada salahnya. Terkadang kita juga tidak bisa menduga kapan kita akan diberikan momongan.

  1. Persiapan pernikahan

Biaya yang dibutuhkan untuk pernikahan merupakan salah satu masalah yang kerap kali membuat orang menjadi ragu dalam memantapkan niat menikah. Makanya, jika niat sudah siap, makanya finansial terutama untuk mengurus pernikahan sudahlah siap. Salah satu barang penting yang harus disiapkan untuk pernikahan adalah cincin nikah. Cincin nikah ini bisa berupa emas, emas putih, maupun bahan lainnya tergantung dari selera anda dan pasangan. Selain itu, untuk umat islam tentu mas kawin menjadi hal yang sangta penting dalam mempersiapkan pernikahan.

www.pexels.com
  1. Restu dari orang tua

Tentu saja hal ini yang terpenting, selain keyakinan yang sudah anda miliki terhadap pasangan. Restu dari orang tua merupakan hal yang harus dikantongi untuk memuluskan niat anda dalam memantakan hati untuk segera menikah. Mungkin beberapa orang membutuhkan sedikit usaha lebih untuk bisa mendapakan restu dari orang tua mereka, namun jika memang sudah mantap menikah, maka silahkan cari cara untuk bisa membujuk orang tua calon anda agar memberikan restu. Jika setelah berusaha namun restu tetap tidak didapat, mungkin anda harus memikirkan ulang rencana pernikahan anda. Namun yang terpenting tentu saja keyakinan drai diri kita sendiri dan pasangan. Karena yang akan menjalani kehidupan pernikahan nantinya adalah anda dan pasangan.

Nah, terkadang meyakinkan diri sendiri merupakan hal yang sulit apalagi jika sudah menyangkut pernikahan. Berikut beberapa tipa yang bisa digunakan untuk meyakinkan diri dan memantapkan niat untuk menikah. Pertama, apa yang membuat anda jatuh cinta pada pasangan anda. Hal ini bisa jadi motivasi yang bagus untuk melihat apakah anda benar-benar yakin tehadap pasangan yang anda pilih. Tips yang kedua adalah mengenai finansial. Salah satu masalah yang sering membuat kita ragu untuk menikah adalah kondisi finansial. Jika masalah finansial sudah stabil, maka anda akan lebih mantap untuk mewujudkan niat untuk menikah. Tips yang ketiga adalah saling terbuka terhadap pasangan, hal ini akan membuta anda lebih yakin bahwa pasangan sekaligus anda memang benar-benar siap untuk maju ke jenjang selanjutnya yaitu lingkup rumah tangga.

Untuk yang muslim, maka beberapa hal ini bisa membantu anda untuk lebih mantap untuk menikah. Syarat pertama mencari pasangan untuk muslim adalah seagama. Hal ini merupakan hal yang sangat penting, apalagi jika niat menikah anda adalah untuk menyempurnakan ibadah. Jika pasangan beda agama tentu anda tidak bisa mewujudkan niat tersebut. Yang kedua adalah asal usul keluarga pasangan anda. hal ini juga berkaitan dengan restu yang juga tak kalah penting dalam memantapkan niat menikah. Memiliki akhlaq yang baik juga merupakan salah satu syarat untuk memilih pasangan. Jika ingin dikaruniai anak yang shalih dan shalihah, maka anda juga harus memilih pasangan yang memiliki akhlaq yang baik. Jika semua syarat telah dimiliki, maka anda tinggal meyiapkan persiapan seperti yan telah kita bahas di atas.

Jangan lupa untuk menyiapkan cincin kawin yang akan menjadi simbol yang menunjukkan anda dan pasangan telah menjadi suami isteri. Intinya, jika memang sebagian besar persiapan untuk memantapkan pernikahan telah terpenuhi, maka sebagian lainnya bisa anda usahakan setelah menikah. Asalkan niat anda tulus dengan pasangan, maka memantapkan niat untuk menikah akan jauh lebih mudah. Jika memang sudah ada niat, tinggal usaha anda yang ditingkatkan. Namun, menikah terburu-buru juga tidak baik, sebaiknya pikirkan baik-baik sebelum memutuskan untuk menikah.

www.pexels.com

Ketahui Tentang Seluk Beluk Masjid Al-Aqsha

Ketahui Tentang Seluk Beluk Masjid Al-Aqsha

Yerusalem merupakan sebuah kota tua dengan catatan sejarah yang kontrovesi sejak zaman dulu hingga saat ini. kontroversi tersebut melibatkan 3 agama samawi besar di dunia yaitu Islam, Kristen dan Yahudi. Kontroversi ini berpusat pada kota Yerusalem karena di dalamnya terdapat sebuah Kubah As-Sakra atau yang biasa disebut Dome of Rock di dalam lingkungan Masjid Al-Aqsha tersebut.

Terdapat berbagai pandangan yang berbeda setiap agama, diantaranya : Menurut pandangan agama Islam di Masjid Al-Aqsha inilah Nabi Muhammad S.A.W melakukan perjalanan jauh yaitu Isra’ Mi’raj menuju Sidratul Muntaha. Menurut agama Kristen, Jacob atau Nabi Yakub yang pernah tidur di sebuah batu besar itu, dimana pada saat ini berada di dalam Dome of Rock. Nabi Yakub kemudian bermimpi melihat tangga menuju langit. Agama Kristen pun meyakini apabila di batu besar  tersebut menjadi tempat Nabi Abraham atau Nabi Ibrahim A.S menyembelih kurban anaknya yaitu Nabi Ishak atau di dalam agama Islam yang diqurbankan adalah Nabi Ismail di Mekkah.

Sementara menurut agama Yahudi, mereka meyakini kalau Luh-luh Nabi Musa A.S atau kitab Taurat yang asli, yang dulu pernah hilang dan mengklaim berada di bawah Dome of Rock, dan orang-orang Yahudi meyakini bahwa Yerusalem ialah tanah yang pernah dijanjikan oleh Tuhan untuk mereka yang dinyatakan oleh Nabi Musa A.S, sehingga inilah dasar mereka meyakini bahwa Yahudi mempunyai hak penuh atas tanah di Yerusalem.

Sedangkan orang-orang Palestina sendiri meyakini bahwa merekalah penduduk asli tanah Palestina sebelum kaum Bani Israil atau orang Yahudi datang ke Palestina. Karena dasar inilah yang menyebabkan terjadinya konflik diantara Palestina dan Israel hingga saat ini yang tidak ada habisnya. Mereka masih sama-sama ngotot untuk memiliki tanah tersebut, hingga pertumpahan darah pun terus terjadi. Banyak warga yang tidak berdosa pun turut menjadi korbannya.

www.pexels.com

Membicarakan kota Yerusalem tentu tak terlepas dari keberadaan Masjid Al-Aqsha yang ada disana. Berikut ini ada beberapa hadits dan ayat Al-Qur’an yang menerangkan dan harus kita ketahui :

  1. Abu Dzar Radhiyallahu’anhu pernah berkata” Aku bertanya”, “Wahai Rasulullah, Masjid manakah yang pertama kali dibangun? ” Rasulullah menjawab, “ Masjid Al-Haram“. Abu Dzar kemudian bertanya lagi “selanjutnya Masjid mana yang di bangun?” Beliau menjawab, “ Kemudian Masjid Al-Aqsh”.

[HR Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Dzar]. Dari hadits tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa Masjid Al-Aqsha merupakan masjid kedua yang dibangun di dunia ini.

  1. Baitul Maqdis ini dibangun Nabi Sulaiman A.S sebagai rumah ibadah kepada Allah S.W.T, sebagaima dari Abdullah bin Amru bi Al-Ash, dari Rasullah S.A.W bersabda”Sesungguhnya, ketika Nabi Sulaiman A.S bin Dawud A.S mendirikan Baitul Maqdis, Nabi Sulainan AS memohon kepada Allah S.W.T tiga perkara, yaitu memohon untuk diberi taufiq dalam memutuskan hukum yang menepati hukum Allah, dikabulkan; dianugerahi kerajaan yang tidak pantas diwariskan kepada seseorang setelahnya, dikabulkan; dan memohon agar tidak ada seseorangpun yang berkeinginan shalat disitu, kecuali agar mereka dikeluarkan dari kesalahannya, seperti hari kelahirannya” {dalam riwayat lain berbunyi: Rasulullah S.A.W bersabda: “Adapun yang dua doa Nabi Sulaiman yangdikabulkan, dan Beliau berharap semoga yang ketiga juga dikabulkan”}

[HR An-Nasa’I dan ini lafadz beliau, Ahmad dalam musnadnya. Ibnu Hibban,Ibnu Majah, Al-Haakim dalam kitab Mustadrak dan Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman].

  1. Al-Isra’ 17:1

Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-NYA pada suatu malam, perjalanan yang sangat jauh dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah diberi keberkahan sekelilingnya, agar kami perlihatkan  kepadanya sebagai dari tanda-tanda kesabaran kami.

Sesungguhnya DIA adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Maksud: Masjid Al-Aqsha dan daerah-daerah sekitarnya dapat berkat dari allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya. Sementara kata Aqsha dalam Masjid Al-Aqsha berarti jauh. Jadi Masjid Al-Aqsha merupakan Masjid yang paling jauh.

Setelah peristiwa tersebut, umat Muslim didunia mengerjakan shalat dan mengahadap ke Baitul Maqdis selama 16 sampai 17 bulam. Namun akhirnya turun QS. Al-Baqarah 2:144. Karena terjadi konfilik dengan kaum yahudi. Yang menyatakan kiblat agama Islam mengikuti mereka. Pada saat itu Nabi Muhammad berdoa kepada Allah dan turunlah ayat Al-Baqarah sebagai jawabannya.

www.pexels.com
  1. Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu dari tiga masjid yang diminta Rasulullah kepada seluruh umatnya untuk dikunjungi. Sebagaimana telah diriwayatkan Abu Hurairah R.A, beliau berkata “dari Rasulullah S.A.W. beliau bersabda: “Maka tidak boleh bersusah-payah berpergian, kecuali berpergian ke tiga masjid yaitu Masjid Al-Haram, Masjid Al-Aqsha, dan Masjid Rasulullah S.A.W.”

(HR Al-Bukhari dan Muslim)

  1. Baitul Maqdis merupakan tempat yang sangat mulia dimana tepat tersebut akan menjadi tempat dibangkitkan dan dikumpulkannya manusia setelah hari kiamat nanti. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya bahwa maimunah saudara perempuan Sa’ad dan pembantu Rasulullah S.A.W. berkata: “ Wahai Rasul, berikanlah kami sebuah pernyataaan yang isinya tentang Baitul Maqdis”. Rasul menjawab: “Baitul maqdis merupakan sebuah tempat dimana manusia akan dibangkitkan kembali dan mereka dikumpulkan.”[HR.Ahmad].

Sejarah Singkat Kota Yerusalem atau Baitul Maqdis

Yerusalem merupakan sebuah tanah kanaan yang disebutkan oleh bangsa Arab Jubesites, Camaamites dan Amorites yang melakukan migrasi dari kota jazirah Arab. Sementara nama Palestine datang dari daerah Baalist yang merupakan sebuah tempat dimana para penduduk mediterania yang diusir oleh sanga raja Ramses dari negara Mesir.

Para penduduk yang kini tinggal di Baalist tersebut akhirnya diberi nama Balistiniyyun (Palestina). Akhirnya orang Palestina pun hidup bersama-sama dengan bangsa Canaanites, Amorites dan Jebusites. Pada akhirnya seiring perjalanan waktu, telah terjadi percampuran antara berbagai bangsa tersebut melalui hubungan perkawinan dan lahirlah bangsa Palestina seperti yang terjadi saat ini.

Setelah itu barulah datanglah para pendatang seperti keluarga nabi Ibrahim dan Sarah yang menurunkan Nabi Ishak dan  Nabi Yakub. Yang kini dikenal dengan nama Israil. Mereka kemudian pindah ke negara Mesir untuk mengikuti Nabi Yusuf. Semua anak keturunan Nabi Yakub kini disebut Bani Israil dan mereka kemudian berkembang di negara Mesir.

Pada masa kenabian Nabi Musa, para kaum Bani Israil ini diajak oleh Nabi Musa dan Nabi Harun dari tanah Mesir untuk menyebrangi Laut Merah menuju daratan Sinau dan di lanjutkan menuju Jordania.

Pada masa Nabi Daud yang dikenal dengan sebutan King David, Bani Israil ini berhasil masuk wilayah Yerusalem dan berlanjut sampai ke masa Nabi Sulaiman pada tahun 963 Sebelum Masehi. Dengan izin Allah SWT, Nabi Sulaiman mampu mendirikan sebuah istana yang sangat besar dan terdapat bangunan Masjidil Aqsa di dalamnya.

Para kaum Yahudi telah meyakini bahwa bangunan yang di bangun oleh Nabi Sulaiman tersebut merupakan sebuah Kuil Pertama, sebagai rumah pertama bagi mereka.  Pada masa kerajaan Babylonia, 587 Sebelum Masehi, Istana Kerajaan Nabi Sulaiman di hancurkan. Atas kejadian tersebut kaum Bani Israil tertekan dan terdesak keluar dari kota Yerusalem. Pada masa Raja Persia, kaum Yahudi sebagian dapat kembali menginjakkan ke kota Yerusalem dan mereka pun mendapatkan izin untuk membangun sebuah bangunan Kuil kedua di tempat yang sama, dimana bertepatan dengan yang dulunya Istana Nabi Sulaiman.

Pada masa kerajaan Romawi mengalami renovasi oleh Raja Herod yang merupakan kaum Yahudi. Namun pada masa Kaisar Titus, Kuil tersebut kembali di hancurkan. Akhirnya Kuil tersebut dig anti nama menjadi Kuil Dewa Yupiter dan nama Kota Yarusalem dig anti dengan nama Aelia Capitolina.

www.pexels.com

Yarusalem Pada Masa Islam

Kerajaan Romawi berkuasa di Yerusalem sampai tahun 63 SM sampai dengan 636 M. bisa dikatakan sampai datangnya khaliah Umar Bin Khatab. Pasukan Umar Bin Khatab pun merebut kota Yerusalem pada tahun 638 dari kerajaan Romawi, Byzantium. Setelah peristiwa perebutan tersebut terdapat perjanjian dengan kaum Nasrani yang isinya agar tidak menghancur kan bangunan Gereja yang ada di dalamnya.

Setelah terjadi kesepakatan maka Umar menuju ke tempat suci umat Kristiani di Gereja Makam Suci. Pada saat Sholat Dzuhur telah datang, Sophronius mempersilahkan Sang Khalifah untuk menjalankan sholat Dhuhur, namun Umar menolaknya dengan halus. Kemudian Umar pun keluar dari gereja dan tidak jauh dari situ, Khalifah Umar mendirikan sholat Dzuhur. Tak lama setelah itu umat muslim mendirikan sebuah masjid tepat di mana Umar mendirikan sholat. Masjdi tersebut dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada seorang Khalifah yang berhati mulia tersebut.

Kemudian Umar meninjau batu yang menjadi tempat Mi’raj Rasullah SAW, kini tempat tersebut berada di dalam Dome of Rock, sebuah bangunan kubah yang berwarna emas. Di situ Umar mendirikan shalat dan kini menjadi Masjid Al Aqsa yang letaknya paling depan menghadap Ka’bah.

www.pexels.com

Yerussalem Pada Masa Israel

Pada tahun 1917 kota Yarusalem dikuasai oleh Inggris dan menjadikannya di bawah Mandat Inggris. Setelah itu pada tanggal 15 Mei 1948 berdirilah sebuah negara yang bernama Israel, sebagai Ibu kotanya Yarusalem Barat. Sementara Yarusalem Timur masih dikuasai oleh kaum Jordan. Pada tanggal 26 Juni 1967 Yarusalem Timur pun berhasil di kuasai oleh Israel. Kini lengkap sudah Yarusalem menjadi daerah kekuasaan negara Israel.

Yang dapat diambil pelajaran dan menjadi bahan renungan adalah mengapa kota Yarussalem sejak dulu hingga saat ini selalu menjadi rebutan bangsa-bangsa sampai harus berperang untuk merebut tempat istimewa tersebut. Rasulullah pun juga memerintahkan untuk mengunjungi Masjid Al Aqsa. Tentunya semuanya ini adalah salah satu bentuk dari kekuasaan dan rahasia Allah SWT. Mengingat logika kita masih terbatas untuk menemukan jawabnya.

Demikianlah beberapa catatan sejarah mengenai Masjid Al-Aqsha. Seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih maka manusia pun lebih mudah mengakses berbagai informasi sejarah dan pengetahuan lainnya. Selain itu membuat perkembangan bisnis di dunia pun semakin mudah. Apabila anda ingin mencari pedagang jual karpet masjid Jakarta pun tinggal mengaksesnya melalui Internet.

Tentunya sebuah fasilitas yang tidak ada batasnya kalau kita mampu memanfaatkan kemajuan teknologi, untuk hal-hal positif. Tempat mengakses berbagai informasi seperti sejarah islam, ekonomi, budaya dan lainnya. Sehingga kita dapat belajar lebih banyak mengenai kemajuan teknologi dan mampu memanfaatkannya dengan baik.