Masalah Rambut Rontok Parah

Masalah Rambut Rontok Parah

Rambut rontok parah merupakan masalah yang sangat mengganggu dan mungkin menakutkan bagi beberapa orang. Kerontokan yang terjadi dalam jumlah tidak wajar bukan hanya membuat kepala menjadi botak, tetapi bisa juga menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Hal tersebut yang seringkali membuat orang menjadi khawatir saat rambutnya rontok terlalu banyak. Supaya lebih paham mengenai masalah rambut rontok, berikut adalah ulasan singkat mengenai rambut yang rontok.

Tentang Pertumbuhan dan Kerontokan Rambut

Perlu diketahui bahwa rambut disusun oleh protein khusus yang disebut keratin. Keratin diproduksi di bagian akar rambut atau folikel. Setiap kali folikel memproduksi keratin atau sel rambut yang baru, maka akan mendorong sel rambut yang lama keluar dari lapisan kulit kepala. Jadi rambut rontok bisa disebut sebagai sehelai sel keratin yang sudah mati yang otomatis akan terlepas dari kulit kepala. Lepasnya rambut tersebut tentu tidak akan membuat seseorang menjadi botak, karena pada dasarnya memang sudah diganti dengan rambut baru. Namun untuk beberapa orang memang mengalami pertumbuhan rambut yang lambat sehingga rambut rontok akan membuat rambut di kepala terlihat tipis.

www.pexels.com

Beberapa orang akan melakukan berbagai cara agar rambut tipis bisa tertutupi. Penampilan memang menuntut banyak orang menginginkan rambut yang bagus dan lebat. Saat rambutnya terlihat tipis di salah satu bagian kulit kepala, maka untuk mengatasinya biasanya menggunakan penutup kepala. Ada juga yang membuatnya lebat dengan penumbuh rambut yang bekerja untuk mempercepat pertumbuhan rambut baru. Masalah rambut tipis juga bisa diatasi dengan Caboki, produk yang bisa diandalkan untuk membuat rambut terlihat lebat. Produk ini akan menjadi serat pengganti rambut yang akan menempel di batang rambut. Hanya perlu dioleskan di bagian yang tipis untuk memberi efek rambut tebal dan lebat dalam waktu yang lebih cepat.

Proses pertumbuhan rambut seseorang memang tidak singkat. Ada tiga tahapan untuk folikel rambut membentuk sel baru hingga menjadi sehelai batang rambut yang utuh. Dimulai dari tahapan anagen yang merupakan proses pertumbuhan serat rambut aktif dan bertahan selama 2 hingga 7 tahun. Sekitar 80% rambut yang ada di kepala berada dalam tahapan anagen ini. Tahapan lainnya adalah transisi atau katagen yang ditandai dengan berhentinya pertumbuhan rambut. Fase transisi dapat berlangsung antara 10 hingga 20 hari. Tahapan yang terakhir adalah telogen yaitu saat rambut sudah tidak lagi tumbuh dan mulai jatuh atau rontok. Fase ini biasanya berlangsung hingga 100 hari dan 10 persen rambut kepala berada dalam tahapan tersebut.

Setelah fase terakhir atau telogen, pertumbuhan rambut akan kembali ke proses pertama yaitu anagen. Saat ada rambut yang rontok, berarti sudah ada rambut baru yang siap menggantikan. Rontok tersebut tidak akan membuat rambut kepala menjadi tipis. Namun jika kerontokan rambut terjadi bukan karena adanya rambut baru yang muncul, bisa saja kerontokan tersebut membuat rambut kepala menjadi tipis atau botak. Ada banyak faktor yang membuat rambut rontok. Penanganannya juga beragam, ada yang menggunakan obat, perawatan rambut khusus, atau hanya menggunakan penutup kepala. Jika rambut botak menjadi masalah bagi penampilan, maka Anda bisa menggunakan produk seperti Caboki. Produk yang dibuat khusus dengan bahan alami untuk masalah kebotakan. Produk ini berfungsi sebagai serat pengganti rambut yang menempel di rambut-rambut kepala. Serat tersebut akan membuat efek lebat pada rambut yang tipis atau botak.

www.pexels.com

Rambut Rontok yang Tidak Wajar

Rambut rontok adalah hal wajar yang memang terjadi dalam proses pertumbuhan rambut.

  1. Rambut rontok yang normal

Kecepatan dari pertumbuhan rambut itu sendiri sekitar 1 centimeter setiap bulannya. Untuk orang dewasa memiliki sekitar 100 ribu hingga 150 ribu helai rambut. Dari keseluruhan rambut kepala, setiap hari ada sekitar 50 hingga 100 helai rambut yang akan rontok. Jumlah tersebut menjadi batas wajar untuk kerontokan rambut yang normal. Jika rambut rontok masih dalam jumlah tersebut, tidak perlu cemas atau terlalu dikhawatirkan.

  1. Rambut rontok karena telogen effluvium

Jika rambut rontok lebih dari 100 helai per hari, bisa dibilang tidak normal atau parah. Penyebab dari kerontokan yang parah tersebut kebanyakan diakibatkan oleh kondisi telogen effluvium atau TE. Banyak dermatolog atau dokter spesialis kulit yang mendiagnosa pasien dengan masalah rambut rontok sebagai kondisi akibat TE tersebut. Masalah tersebut terjadi karena adanya perubahan jumlah folikel yang akan membuat sel rambut baru. Ada banyak faktor penyebab perubahan tersebut. Gejala yang dialami pun bisa rambut yang tipis di sebagian kulit kepala.

www.pexels.com
  1. Faktor penyebab TE atau telogen effluvium

Perubahan jumlah folikel rambut akan memberikan dampak pada proses pertumbuhan rambut. Jika terjadi karena telogen effluvium, ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab kondisi tersebut. Salah satunya adalah stres yang seringkali menjadi penyebab dari sebagian besar wanita yang mengalami TE. Stres berat dapat memicu gangguan pada pertumbuhan rambut selama 6 minggu dan paling lama adalah 3 bulan. Selain stres, penurunan berat badan secara drastis juga bisa memicu kondisi telogen effluvium. Penyembuhan beberapa jenis penyakit, seperti yang menggunakan jalan operasi juga dapat membuat seseorang mengalami TE dan gangguan pertumbuhan rambut. Faktor lain yang mempengaruhi kondisi TE adalah demam tinggi, melahirkan, dan seseorang yang berhenti mengonsumsi pil KB.

  1. Gejala dari Telogen Effluvium

TE bisa ditandai dengan kondisi rambut kepala yang tipis. Kerontokan dapat terjadi dalam jumlah yang lebih banyak dari 100 helai per hari. Kondisi tersebut akan menyebabkan sebagian sisi kulit kepala memiliki rambut yang tipis dan terlihat seperti botak. Biasanya penipisan rambut terjadi di beberapa sisi tertentu, dan yang paling sering ada di sekitar area ubun-ubun. Ada yang rambut tipis di bagian tertentu, tetapi ada pula yang penipisannya terjadi secara merata di kepala. Namun TE tidak akan membuat seseorang benar-benar botak atau tidak memiliki rambut di kepala sama sekali.

www.pexels.com
  1. Pemulihan kondisi TE

Apabila melihat rambut rontok yang berlebihan, tidak ada salahnya untuk memeriksakan ke dokter. Namun untuk rontok yang disebabkan oleh TE sebenarnya akan pulih sendiri seiring dengan sembuhnya seseorang dari faktor-faktor penyebab TE. Umumnya pemulihan dari faktor tersebut sekitar 6 hingga 9 bulan. Setelah itu, pertumbuhan folikel rambut akan kembali normal. Sedangkan untuk rontok yang parah yang disebabkan faktor selain TE membutuhkan penanganan yang berbeda. Kondisi tersebut bisa segera dikonsultasikan ke dokter, karena bisa saja kerontokan disebabkan karena penyakit autoimun. Penyakit seperti lupus, sindrom ovarium polikistik, dan alopeci areata juga bisa menjadi faktor penyebab rambut rontok yang parah.

Masalah-masalah rambut rontok parah bisa ditangani sesuai dengan penyebabnya. Apabila tidak tahu penyebab rambut rontok, Anda bisa memeriksakan ke dokter spesialis kulit atau ahli dermatologi.