Menilik Perbedaan Rumah Modern vs Rumah Tradisional

Menilik Perbedaan Rumah Modern vs Rumah Tradisional

Dalam memilih sebuah rumah, selain lokasi, hal yang biasanya dijadikan pertimbangan adalah gaya atau desainnya. Hal ini menjadi sangat penting lantaran rumah tidak hanya sebagai tempat tinggal saja, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan akan artistik. Tentunya kita akan sangat senang jika rumah yang dibeli mempunyai model yang bagus dan dapat dibanggakan. Yang jadi pertanyaan, pilih desain yang mana. Untuk itulah mari kita lihat apa aja sih perbedaan rumah modern vs rumah tradisional.

Di dalam dunia arsitektur, rumah modern dan rumah tradisional merupakan dua jenis rumah yang sering dijadikan acuan model. Pasalnya, kedua model tersebut memiliki desain yang tidak lekang oleh jaman dan pemikiran serta kreatifitas manusia. Rumah kuno atau yang juga dikenal sebagai rumah tradisional memang memiliki desain yang sangat berbeda dari rumah modern. Jika rumah modern tampil sangat futuristik, rumah tradisional tampil dengan gaya rumah sederhana. Ingin tahu lebih mendetail tentang kedua perbedaannya? Simak ulasan berikut ini ya!

www.pexels.com

Mengenal Arsitektur Modern

Arsitektur modern didasari dari keinginan manusia yang lebih ingin hal praktis, mudah, dan ekonomis di era abad 21 ini. Muncul pertama kali di pertengahan abad ke-20, arsitektur modern pada dasarnya memang menentang gaya arsitektur tradisional. Model ini malah seolah menyederhanakan bangunan dan membuang detail yang tidak perlu. Jadi bisa dikatakan, arsitektur jenis ini mengedepankan pada konsep ruang, bentuk, konstruksi, dan fungsi.

Jika konsep bentuk dalam arsitektur modern ditunjukkan dari penggunaan konstruksi beton dengan model geometri, konsep ruang dalam arsitektur ini ditunjukkan dari model kubisme. Selain itu, konsep ini juga harus terlihat efisien untuk dihuni serta mudah perawatannya.

Mengenal Arsitektur Tradisional

Jika arsitektur modern mengedepankan efisiensi, arsitektur tradisional malah memilih kekuatan material baik itu dari segi bangunan atau ornamen sebagai identitasnya. Jadi memang bisa dibilang keduanya saling bertentangan. Namun, hal menarik dari arsitektur tradisional adalah konsepnya yang memahami lingkungan. Kehidupan manusia memang sejatinya tidak bisa lepas dari alam, jadi adalah hal yang baik jika kita memilih hunian yang berkolaborasi dengan alam. Selain itu, arsitektur tradisional juga menekankan pelestarian karakter suatu wilayah, misalnya konsep Rumah Gadang atau bisa juga konsep Rumah Joglo di Jawa.

www.pexels.com

Perbedaan Mendasar Rumah Modern vs Rumah Tradisional

Rumah memang merupakan tempat untuk berlindung kita dari segala ancaman, entah itu cuaca, kriminalitas, atau hal-hal berbahaya lainnya. Tidak heran kalau rumah disebutkan sebagai satu dari tiga kebutuhan pokok manusia. Seiring berkembangnya ilmu dan zaman, jenis rumah terbagi-bagi, diantaranya rumah modern dan rumah tradisional.

Nah, ingin tahu lebih detail tentang perbedaan rumah modern vs rumah tradisional? Simak ulasan berikut ini ya!

  1. Fungsi Awal Rumah

Fungi awal sebuah rumah dulunya hanya sebatas tempat tinggal dan tempat beristirahat, berteduh, dan bernaung. Itulah yang sebenarnya melandasi fungsi rumah konsep tradisional. Di zaman yang telah berkembang, konsep ini ditambahi dengan sebuah kepentingan akan rasa estetika. Itulah yang mendasari diciptakannya konsep rumah modern.

  1. Bahan Pembuatan Rumah

Rumah tradisional yang dibangun di zaman dulu umumnya berbahan dari alam langsung, misalnya bambu, kayu, akar, dan juga tanah. Pengolahannya pun biasanya hanya dipotong-potong saja sedemikian rupa. Sedangkan di era hunian modern, material yang dipakai biasanya dari semen, keramik, batu bata, Kristal, granit, hingga kaca. Tentunya bahan-bahan ini sudah diolah dan mempunyai kualitas yang mumpuni.

www.pexels.com
  1. Tata Letak Ruangan

Biasanya, rumah dengan konsep tradisional memilih model terbuka, yang mana sekat antar ruangan dibuat menyatu dan minim privasi. Hanya bagian-bagian tertentu saja yang diberikan privasi tinggi, seperti kamar tindur dan toilet. Maka tidak heran jika di rumah tradisional, kegiatan seperti memasak, bersantai, makan, hingga menerima tamu bisa dilakukan dalam satu ruangan. Sementara itu, rumah dengan konsep modern lebih memberikan privasi terhadap penghuninya. Antar ruang diberi sekat pemisah yang tinggi sehingga ruangan-ruangan tersebut memiliki kegunaan yang jelas, misalnya ruang makan, ruang tamu, dan sebagainya.

Dilihat dari tata letak ruangan, biasanya rumah modern lebih sempit sementara rumah tradisional lebih luas dan memanajang. Hal ini bisa dilihat dari ruang tamu perumahan di daerah kota yang tergolong sempit sementara ruang tamu masyarakat desa lebih luas dan banyak menampung orang. Hal ini terjadi karena rumah tradisional masih mengedepankan hubungan sosial yang kental antar masyarakatnya.

Jika dilihat dari ruang keluarga, rumah modern biasanya menambahkannya di dalam model. Ruang ini kadang terletak diantara ruang tamu dan ruang makan. Tapi di rumah tradisional, ruang keluarga ini dibuat menyatu dengan ruang tamu dan makan. Jadi bisa dibilang penggunaan ruangnya tidak tentu.

Berbanding dari ruang tamu, kamar tidur rumah tradisional biasanya malah lebih sempit dari kamar tidur rumah modern. Lain lagi dengan dapur. Jika di rumah modern dapur dibuat secukupnya saja, di rumah tradisional, dapur akan dibuat sangat lebar. Hal ini masih berkaitan dengan kekentalan hubungan sosial antar masyarakat desa tadi. Selain itu, rumah tradisional biasanya masih mengedepankan tungku dan kayu sebagai alat memasak. Jadi selain untuk tempat membuat makanan, dapur juga berfungsi untuk tempat menyimpan kayu, menyimpan hasil panen, serta menyimpan hasil berkebun.

Dari semua itu, ada satu persamaan rumah tradisional dan rumah modern, yakni tata letak kamar mandi. Apapun bentuk modelnya, pasti kamar mandi selalu disendirikan dan ditaruh di ruang paling belakang. Hal ini juga bagus apabila dipandang dari segi kesehatan.

  1. Aksen Dekorasi

Rumah modern memang ditujukan untuk gaya hidup perkotaan yang cenderung praktis dan simpel.  Dekorasi dan desain interiornya pun terbilang sederhana, yakni dengan sebutan gaya rumah minimalis, sedangkan untuk rumah tradisional, aksen dekorasi dan desain interiornya terbilang rumit. Bahkan, biasanya akan ditambahi dengan ukiran atau ornamen untuk hiasan yang membuatnya pun tidak mudah, misalnya ukiran kayu Jepara.

www.pexels.com
  1. Kandungan Makna yang Tersirat

Seperti yang kita tahu, apapun yang berbau tradisional pasti memiliki makna yang dalam. Sama halnya dengan rumah, ada kandungan makna yang jika ditelisik, pasti orang akan berdecak kagum dengan betapa bijaksananya masyarakat tempo dulu. Secara gris besar, setiap sudut bangunan di rumah tradisional mempunyai makna, misalnya saja konsep Tri Hita dalam Rumah Adat Bali. Konsep ini dibuat agar penghuninya memiliki kesejahteraan dalam hidup. Sebaliknya, rumah modern biasanya memiliki norma dan nilai yang tidak mengikat dalam bangunannya karena cenderung bebas.

Demikianlah ulasan mengenai rumah modern vs rumah tradisional yang perlu kita ketahui. Manapun konsep rumah yang kamu inginkan, sesuaikan saja dengan hati dan selera ya. Pada dasarnya, baik rumah tradisional atau rumah modern pasti mempunyai keunggulan dan kekurangan sendiri-sendiri. Semoga bermanfaat.